Jumat, 08 Juli 2011

Tempe Kurangi Risiko Penyakit Jantung

,

KOMPAS.com — Menopause merupakan proses alamiah pada wanita yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium yang mengakibatkan penurunan produksi estrogen. Berkurangnya estrogen ini membawa berbagai masalah, salah satunya meningkatnya risiko penyakit jantung.

Penurunan produksi estrogen menyebabkan gangguan metabolisme lemak darah sehingga akan memperburuk profil lipid darah dan oksidasi dalam tubuh sehingga perempuan rentan menderita penyakit jantung koroner.

Keterkaitan inilah yang mendorong Diah Mulyawati Utari melakukan penelitian studi doktoralnya pada Program Studi Gizi Manusia, Sekolah Pascasarjana (SPs) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengusung khasiat tempe bagi wanita menopause

Judul disertasi yang disusunnya, yakni "Efek Intervensi Tempe terhadap Profil Lipid, Superoksida Dismutase, LDL Teroksidasi dan Malondialdehyde pada Wanita Menopause", ini dirilis bagian Hubungan Masyarakat IPB melalui surat elektronik kepada Kompas, Kamis (7/7/2011).

Berikut paparannya. Lipid dalam tubuh mudah teroksidasi sehingga mengakibatkan terbentuknya peroksidasi lipid yang ditandai dengan peningkatan malondialdehyde (MDA). Tingginya kadar MDA dapat digunakan sebagai indikator radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas yang berlebih adalah faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Lipid khususnya dalam kolesterol-LDL (K-LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat merupakan target utama oksidasi.

Terjadinya oksidasi pada K-LDL merupakan salah satu faktor utama penyumbatan pembuluh darah. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut diperlukan adanya antioksidan, salah satunya adalah antioksidan endogen yaitu superoksida dismutase (SOD) yang merupakan pertahanan pertama terhadap proses oksidasi di dalam tubuh.

Dikatakannya, dalam 10-12 tahun terakhir, penelitian tentang manfaat protein kedelai dan isoflavon semakin meningkat dan mendalam, dan membuktikan bahwa konsumsi kedelai tidak saja memperbaiki beberapa aspek kesehatan pada wanita menopause, tetapi juga memperbaiki kesehatan jantung.

Kita ketahui, tempe merupakan pangan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Proses fermentasi membuat kadar asam amino, asam lemak, dan isoflavon pada tempe jauh lebih tinggi dibanding kedelai.

Dikatakannya, beberapa penelitian tentang intervensi tempe telah dilakukan di Indonesia, tetapi sejauh ini belum diketahui pengaruh tempe secara komprehensif terhadap profil lipid, SOD, MDA, dan LDL teroksidasi pada wanita menopause sebagai kelompok berisiko terserang penyakit jantung koroner. "Saya tertarik meneliti hal ini," ujarnya.

Penelitiannya dilakukan di Kota Bogor dengan jumlah total sampel 53 wanita menopause. Para wanita menopause ini diberikan 160 gram tempe setiap hari selama empat minggu.

Jumlah tersebut setara dengan empat potong tempe ukuran sedang. Tempe ini dikukus selama 10 menit kemudian dicampur dengan bumbu tertentu sehingga menjadi makanan siap santap.

Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang menopause alami, rentang menopause 1-5 tahun, salah satu dari profil lipid tidak normal, tidak sedang sakit atau punya riwayat penyakit degeneratif, tidak mengonsumsi obat dan suplemen, tidak menggunakan terapi estrogen, bukan penganut vegetarian, dan bersedia memenuhi peraturan selama penelitian. Sampel dijaring melalui pos pembinaan terpadu aktif yang ada di Kota Bogor.

Analisis pangan tempe menunjukkan bahwa kandungan asam amino tertinggi pada tempe adalah arginin dan asam lemak tertinggi adalah asam linoleat. Tempe juga kaya akan isoflavon dan kadarnya relatif dapat dipertahankan jika tempe diolah dengan pengukusan (bukan penggorengan).

Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian tempe sebanyak 160 gram setiap hari selama empat minggu dapat memperbaiki profil lipid yaitu menurunkan kadar kolesterol total, K-LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. tempe ini juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan SOD serta menurunkan MDA dan oksidasi pada LDL. Hasil penelitian ini secara bermakna menunjukkan bahwa tempe mempunyai kemampuan untuk menurunkan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Dari penelitian ini, Diah menyarankan agar pemerintah meningkatkan sosialisasi tempe sebagai makanan yang mempunyai manfaat bagi kesehatan. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan konsumsi tempe setiap hari secara terus-menerus, khususnya pada wanita menopause serta kelompok lain yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Diah juga berpesan, untuk mendapatkan efek maksimal bagi kesehatan, tempe sebaiknya diolah dengan cara dikukus dan menghindari pengolahan dengan cara menggoreng. Mengenai jumlah tempe yang dikonsumsi, Diah merekomendasikan sekitar 150-160 gram setiap hari atau setara dengan 3-4 potong tempe ukuran sedang.

sumber : kompas.com

Bantu donasi untuk blog ini klik disini
Read more →

5 Manfaat yang Didapat dari Bersepeda

,

Jakarta - Bersepeda tidak hanya bisa membuat berat badan ideal saja. Ada beberapa manfaat baik yang didapat oleh tubuh dengan cara bersepeda. Apa saja?

Bersepeda dengan sepeda statis atau sepeda biasa merupakan salah satu latihan kardio yang baik. Namun, seperti yang dikutip dari ezinearticle, ada beberapa manfaat bersepeda lain yang bisa Anda dapatkan.

1. Jantung sehat
Dengan bersepeda, detak jantung akan meningkat dan nafas menjadi berat, tetapi bukan berarti kehabisan nafas. Hal ini justru meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan penyakit jantung. Latihan kardio seperti ini diperkirakan dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 22 persen.

2. Mengurang obesitas
Bersepeda juga bisa dinilai sebagai kegiatan aerobik yang dapat bantu membakar kalori hingga 300 kalori tiap 30 menit. Olahraga ini terbukti sangat efektif dalam program penurunan badan, jika Anda terus bersepeda minimal lima kali dalam semingggu.

3. Meningkatkan mood
Beberapa penelitian menujukkan bahwa bersepeda terbukti efektif dalam mengurangi stres dan depresi. Selain itu, kegiatan ini juga bisa bantu tingkatkan rasa percaya diri dan buat anda lebih menghargai diri sendiri. Anda bisa mengalihkan perhatian dari hal-hal yang mengkhawatirkan dan mencurahkan waktu untuk diri sendiri.

4. Meningkatkan kekuatan
Selain membakar lemak, bersepeda juga bisa meningkatkan stamina dan memperkuat otot-otot sehingga dapat menjaga keseimbangan dan stabilisasi. Hal ini membuat Anda lebih kebal terhadap luka saat jatuh dan mengurangi risiko patah tulang pinggul di usia lanjut.

5. Meningkatkan kebugaran
Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang yang dapat membuat orang sehat tanpa perlu modal dan usaha yang berat. Penelitian kembali menujukkan bahwa bersepeda sangat efektif untuk meningkatkan kebugaran seseorang. Hal ini membantu Anda mendapatkan kaki yang kuat dan terhindar dai cidera tulang.

sumber : wolipop.com

Bantu donasi untuk blog ini klik disini
Read more →

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Tempat Tidur

,

Jakarta - Tidur merupakan waktu istirahat untuk organ-organ internal seperti, mata dan otak. Tidur yang berkualitas sangatlah penting karena dapat mengembalikan pasokan energi yang telah habis digunakan sehari-hari. Agar hal tersebut tidak terjadi, simak lima hal yang harus dihindari ketika ingin tidur, seperti yang dikutip dari ivillage.
1. Tidur dengan Perut Kekenyangan
Menurut Dr. Gerard Lombardo, pakar kebiasaan tidur, makan berat sebelum tidur akan memicu gangguan Refluks Gastroesofagus (RGE), dimana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan yang menyebabkan rasa mual. Hal ini jelas dapat membuat tidur tidak nyaman. Jika Anda ingin memakan camilan sebelum tidur, semangkuk sereal, roti gandum dengan selai kacang, biskuit dan keju adalah pilhan tepat.

"Protein berkontribusi terhadap meningkatkan kadar triptofan dan karbohidrat kompleks bantu membuat triptofan selalu ada saat tidur," ujar Dr. Lombardo.

2. Menonton TV Agar Ngantuk
Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa menonton televisi dapat mempercepat rasa ngantuk. Namun yang terjadi malah sebaliknya, kebiasaan menonton acara favorit sebelum tidur benar-benar dapat mengganggu tidur Anda. Tontonan kekerasan, siaran berita dan tontonan cerita sebelum tidur bisa membuat gelisah. Daripada menonton TV, lebih baik Anda membaca buku karena bisa menengkan pikiran. Dr Lombardo juga menjelaskan,"meditasi dan berdoa adalah cara bagus untuk menenangkan sistem saraf."

3. Bekerja
Membawa pekerjaan ke rumah bukanlah hal yang aneh, tapi mengerjakan pekerjaan di atas tempat tidur bisa mengacaukan sistem tidur Anda. Ketika sedang mempersiapkan presentasi, pikiran Anda dalam keadaan siaga tinggi. Tentu keadaan ini seharusnya tidak terjadi di tempat tidur.

"Jika Anda cenderung stres mengenai detail, kerjakanlah di tempat lain. Dan ketika Anda merasa ngantuk, tutup buku Anda dan kerjakan esok hari," saran Dr. Lombardo. Atau hentikan pekerjaan Anda satu jam sebelum tidur dan gunakan waktu tersebut untuk bersantai.

4. Terlalu banyak bicara
Saat tidur mungkin satu-satunya waktu Anda dan pasangan untuk berduaan. Tapi jangan buat waktu tidur ini untuk memulai percakapan yang berat dan subjek emosional seperti keadaan hubungan atau masalah uang.

Dr. Lombardo mengungkapkan bahwa argumen dapat menyebabkan sistem saraf untuk merespon kemarahan, takut dan sedih, dan hal ini mengeluarkan energi tinggi. Setelah berargumen, biasanya Anda akan sulit sekali untuk bisa merasa tenang dan mengantuk. Sebaiknya, bicarakan masalah dengan pasangan sebelum tidur dan cari solusinya di pagi hari.

5. Berbagi tempat tidur dengan bayi Anda
Jika Anda baru saja menjadi seorang ibu, tidur beberapa jam saja adalah hal yang sangat dibutuhkan. Meskipun tidur bersama dengan bayi Anda terdengar baik, tapi hal itu dapat mendatangkan malapetaka pada kebiasaan tidur Anda.

"Kebanyakan dokter anak menyarankan untuk tidak berbagi tempat tidur dengan bayi Anda. Tidak hanya dapat mengganggu tidur, dalam beberapa kasus tidur bersama bisa berisiko kematian mendadak pada bayi," jelas Dr. Lombardo.

Sebagai solusi, menaruh anak di dalam boks bayi yang terletak tidak jauh dari tempat tidur Anda. Hal ini dapat mengatur tidur anak dan menjaga ketenangan orang tua dan sang bayi itu sendiri, menurut Dr. Lombardo.

sumber : wolipop.com
Bantu donasi untuk blog ini klik disini
Read more →

Selasa, 05 Juli 2011

Ingat! Lelah Diabaikan, Jantung Anda Tergadai

,
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kematian mendadak karena serangan jantung kerapkali terjadi. Serangan jantung memang tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja. Apa penyebabnya? Yuk kita ingat lagi.

Medicinenet.com melansir serangan jantung atau yang juga dikenal dengan Myocardial Infraction adalah kematian otot jantung secara mendadak dari halangan (penyumbatan) pada arteri koroner akibat adanya pembekuan darah. Penyumbatan pada arteri ini mengambil darah dan oksigen dari otot jantung yang menyebabkan otot jantung mengalami cedera. Cedera pada jantung ini menimbulkan sakit dada dan sensasi yang menyakitkan.


Jika aliran darah tidak dikembalikan ke otot jantung dalam 20-40 menit bisa menyebabkan kematian.

Berikut ada beberapa faktor penyebab terjadinya serangan jantung yang dapat berujung pada kematian yakni ;

1. Kelelahan
Kelelahan fisik dan mental bisa memicu berbagai penyakit kronis, seperti gangguan pencernaan, gangguan sistem jantung serta penurunan daya tahan tubuh. Kondisi tubuh yang lelah ditambah dengan konsumsi rokok secara terus menerus ditambah mengkonsumsi berbagai suplemen serta minuman yang mengandung ginseng dan kafein bisa memperburuk keadaan yang mengakibatkan seseorang terkena serangan jantung.

2. Kurang berolahraga
Olahraga yang teratur bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung, karena bisa memperlancar asupan oksigen dan darah ke seluruh tubuh.

3. Kadar kolesterol tinggi
Kadar kolesterol yang tinggi akan mempercepat terjadinya proses aterosklerosis yaitu penyumbatan pembuluh darah. Kadar kolesterol bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 200 mg/dl. Makanan yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi yaitu seafood, kuning telur, susu jenuh dan es krim.

4. Tekanan darah tinggi
Berdasarkan data WHO tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 140/90 mmHg. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi lebih berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/ingat-lelah-diabaikan-jantung-anda-tergadai-020629412.html

Bantu donasi untuk blog ini klik disini
Read more →